Kamis, 17 Oktober 2019

Tugas Kelas X


1.      Jelaskan arti dan makna hati nurani !
2.      Jelaskan segi-segi hati nurani !
3.      Jelaskan Fungsi hati nurani !
4.      Jelaskan cara kerja hati nurani
5.      Bagaimana cara kita sebagai remaja untuk membina suara hati ?

Tugas Kelas XI


1.      Jelaskan makna sifat gereja yang satu, kudus, Katolik dan apostolik?
2.      Jelaskan ciri-ciri gereja yang dituntut pada zaman ini sebagai perwujudan sifat-sifat?
3.      Jelaskan usaha-usaha gereja dalam mewujudkan sifat-sifat gereja? Sebutkan bentuk kegiatannya!
4.      Sebutkan 5 bidang kehidupan menggereja yang perlu dikembangkan gereja zaman ini!
5. Sebutkan contoh-contoh kegiatan bidang-bidang kehidupan menggereja di gereja paroki, wilayahmu masing-masing!

Tugas Kelas XII


1.        Jelaskan arti dan makna hidup membiara!
2.        Apa arti kaul dari biara, jelaskan kaul-kaul para biara itu?
3.        Jelaskan apa arti dari kata Adil !
4.   Berdasarkan arti dan makna keadilan, keadilan menunjuk pada  suatu keadaan, tuntutan dan keutamaan jelaskan maksud dari
a.       Keadilan sebagai Keadaan
b.      Keadilan sebagai Tuntutan
c.       Keadilan sebagai Keutamaan
5.        Berdasarkan distingsi atau perbedaan keadilan dapat di bedakan menjadi 3
a.       Keadilan kumulatif
b.      Keadilan distributif
c.       Keadilan legas
Jelaskan perbedaan keadilan tersebut !


Senin, 23 September 2019

Perkawinan Dalam Gereja Katolik

1. PERKEMBANGAN  PEMAHAMAN PERKAWINAN

Dalam tahun-tahun setelah Konsili Vatikan II, pemahaman tentang Perkawinan Kristiani mengalami perkembangan yang pesat. Perkawinan yang semula dilihat hanya sebagi kontrak, kini dipandang sebagai perjanjian (covenant, foedus) yang membentuk suatu persekutuan hidup dan cinta yang mesra.
Dalam Kitab Hukum Kanonik 1917 (hukum lama), kan. 1013 dikatakan bahwa tujuan pertama perkawinan adalah mendapat keturunan dan pendidikan anak; sedangkan yang kedua adalah saling menolong sebagai suami dan sebagai obat penyembuh atau penawar nafsu seksual. Namun sekarang, dengan mengikuti ajaran ensiklik Humanae Vitae dari Paus Paulus VI, cinta suami istri dilihat sebagai elemen perkawinan yang esensial. Kodeks baru (KHK 83) dalam Kan 1055, $ 1 berbicara tentang hal itu dalam arti “bonum coniugum” (kebaikan, kesejahteraan suami-istri).

Panggilan Hidup Sebagai Umat Allah


A.       Makna Hidup Manusia
            Manusia pada hakikatnya diciptakan oleh Allah yang Maha Kuasa dengan segala rencana-Nya, yakni karya keselamatan dalam hidupnya. Manusia menjadi objek dan subjek dari rencana Tuhan itu. Oleh karena itu, pribadi manusia mempunyai peran sentral bagi terwujudnya Kerajaan Allah. Dengan demikian manusia dipanggil untuk ikut serta bekerja bersama Allah, mewujudkan keselamatan dan kebahagiaan dalam hidupnya. Itulah makna dari panggilan hidup manusia.
Sejak awal mula, manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Allah, memiliki  kesempurnaan yang paling tinggi di banding mahkluk ciptaan yang lain. Itu menunjukkan bahwa manusia adalah harta kesayangan Allah, mahkluk paling sempurna, dipanggil dan diikutsertakan dalam karya Allah, yakni mengembangkan dan menyempurnakan kehidupan. Oleh karena itu, hidup manusia semata-mata merupaka anugerah Allah yang harus dipertanggungjawabkan. Ada tiga kategori bentuk pertanggungjawaban atas hidup manusia, yakni mempertahankan hidup (menghormati, menjaga, merawat, memelihara hidup), memaknai hidup (berperanan, aktivitas, karya, pelayanan) dan mengembangkan hidup(mencapai kemajuan, prestasi, belajar tiada henti). 

Heirarki dan Awam


1.      Dasar Kepemimpinan (Hierarki) dalam Gereja
Kepemimpinan dalam Gereja pada dasarnya diserahkan pada hierarki. Menurut ajaran resmi Gereja, hierarki dan struktur hierarkis berasal dari Kristus. Maka konsili mengajarkan bahwa “atas penetapan Ilahhi, para uskup menggantikan para uskup menggantikan para rasul sebagai penggembala Gereja” (Lumen Gentium, art. 20). “Konsili suci ini mengajarkan dan mengatakan bahwa Yesus Kristus, Gembala kekal, telah mendirikan Gereja Kudus, dengan mengutus para rasul seperti Ia sendiri diutus oleh Bapa (lih. Yoh 20:21). Para pengganti mereka, yakni para uskup dikehendaki-Nya menjadi gembala dalam Gereja-Nya hingga akhir zaman (lih. Lumen Gentium, art. 18). Struktur hierarkis bukanlah sesuatu yang ditambahkan atau dikembangkan dalam sejarah gereja saja. Menurut ajaran Konsili Vatikan II, struktur itu dikehendaki Tuhan dan akhirnya berasal dari Tuhan Yesus sendiri.

Gereja Umat Allah


   A. Gereja sebagai Umat Allah
 Berdasarkan pengalaman dan pembicaraan sehari-hari kita mendapati ada dua gambaran dan pemahaman mengenai Gereja, yaitu gereja sebagai tempat untuk beribadah (berupa gedung/bangunan) dan Gereja sebagai suatu persekutuan umat (kumpulan umat beriman). Hal tersebut tidak hanya dalam arti fisik, melainkan dalam arti yang lebih rohani. Meskipun terdapat dua pengertian mengenai Gereja, dalam banyak pembicaraan dan tulisan sebenarnya arti Gereja yang kedualah yang lebih sering dimaksudkan. Mengapa demikian? Tentu ada alasannya mengapa istilah Gereja lebih sering dimaksudkan sebagai persekutuan umat daripada sebagai tempat. Untuk itu, kita akan diajak memahami apa arti dan makna Gereja itu, asal usulnya, ciri dan dasarnya, serta berbagai konsekuensi yang dikembangkan
1.        Arti dan Makna Gereja Sebagai Umat Allah.
Jika mendengar kata “Gereja”, yang terbayang dalam pikiran kita tentulah sebuah gedung atau kumpulan orang, yang secara spontan, Gereja dihubungkan dengan gedung tempat orang Kristiani beribadat, tempat untuk merayakan ekaristi dan melangsungkan doa-doa. Jika ditulis dengan huruf kecil “gereja’ berarti bangunan tempat beribadat, sedangkan jika ditulis dengan huruf besar, “Gereja”, dimaksudkan lebih kepada kumpulan orang. Namun demikian gambaran tersebut belum mengungkapkan hakikat Gereja yang sebenarnya.

Keluhuranku Sebagai Citra Allah


Pribadi kita sebagai manusia yang berharga, kita diciptakan Allah sebagai citra-Nya. Sepantasnyalah kita setiap manusia saling menghormati dan menghargai, walaupun ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Dalam perbedaan itu manusia diajak untuk menyadari bahwa setiap pribadi mempunyai keutuhan, tidak hanya secara fisik, tetapi juga rohani. Setiap manusia mempunyai pikiran, perasaan, kehendak, dan tindakan, segalanya tak hanya bersifat fisik dan mekanis, tetapi didasari olah jiwa yang membuat manusia berperasaan dan berkehendak, keluhuran martabat inilah yang seharusnya menyadarkan kita untuk selalu mengembangkan dan mempersembahkan segala yang telah dikaruniakan Allah kepada kita dengan sebaik mungkin.

A.           Semua Manusia Secitra

Pribadi manusia merupajan pribadi yang secitra dengan Allah. Allah menganugerahkan berkat pada setiap pribadi tanpa terkecuali, walaupun dengan keterbatasan masing-masing. Semua manusia adalah satu saudara dan luhur adanya.

Manusia Makhluk Pribadi


KAta manusia berasal dari kata manu (Sansekerta) atau mens (Latin) yang berarti berfikir, berakal budi, atau homo (Latin) yang berarti manusia. 
Secara jasmani, masa remaja adalah masa dimana tubuh berkembang sangat indah dan mengagumkan. Dalam badan yang indah itu terdapat kekayaan rohani yang sangat potensial seperti: kemampuan menari, bernyanyi, tertawa, berkspresi, cita-cita dan memiliki kehendak yang sangat bebas. manusia juga memiliki pengalaman-pengalaman baru yang sangat berharga baik pengalaman menyenangkan maupun yang menyedihkan dan menantang. Manusia adalah mahluk hidup yang sangat istimewa. Pada waktu menciptakan manusia, Tuhan merencanakan dan menciptakannya menurut gambar dan rupa Dia, menurut citraNya (kej 1:26), dan pada waktu menciptakan manusia Tuhan bekerja dengan istimewa, Tuhan membentuk debu dan tanah dan menghembuskan nafas kedalam hidungnya (kej 2:7)

A.           Aku Pribadi yang Unik.

Pada setiap pribadi  manusia, selalu ada kekuatan dan keterbatasan. Kedua hal itu sering dipengaruhi oleh sikap dan karakter pribadi yang tumbuh dan berkembang karena lingkungan dan pendidikan. Sementara itu, kita telah memiliki kodrat fisik seperti yang sekarang kita punyai. Begitu juga, kita telah dianugerahi kemampuan, bakat-bakat, sifat dan sebagainya. Segala kemampuan, bakat, dan sifat yang kita miliki tersebut masih dapat kita kembangkan menjadi lebih optimal.

Kamis, 21 Maret 2019

Tugas Agama


1.      Jelaskan makna dari firman Tuhan ke-5 jangan membunuh?
2.      Jelaskan kebenaran ajaran Yesus tentang menghargai hidup?
3.      Bagaimana usaha dan upaya dalam rangka menghargai hidupmu?
4.      Apakah tindakan bunuh diri selalu salah? Mengapa!
5.      Apakah Euthanasia aktif dapat dibenarkan? Mengapa?

Belajar Menulis "Menunggu..."

Pelatihan Belajar Menulis Menulis di Kompasiana   Tak terasa sudah beranjak malam, ketika saya keluar dari ruang perawatan di salah sa...