Senin, 23 September 2019

Gereja Umat Allah


   A. Gereja sebagai Umat Allah
 Berdasarkan pengalaman dan pembicaraan sehari-hari kita mendapati ada dua gambaran dan pemahaman mengenai Gereja, yaitu gereja sebagai tempat untuk beribadah (berupa gedung/bangunan) dan Gereja sebagai suatu persekutuan umat (kumpulan umat beriman). Hal tersebut tidak hanya dalam arti fisik, melainkan dalam arti yang lebih rohani. Meskipun terdapat dua pengertian mengenai Gereja, dalam banyak pembicaraan dan tulisan sebenarnya arti Gereja yang kedualah yang lebih sering dimaksudkan. Mengapa demikian? Tentu ada alasannya mengapa istilah Gereja lebih sering dimaksudkan sebagai persekutuan umat daripada sebagai tempat. Untuk itu, kita akan diajak memahami apa arti dan makna Gereja itu, asal usulnya, ciri dan dasarnya, serta berbagai konsekuensi yang dikembangkan
1.        Arti dan Makna Gereja Sebagai Umat Allah.
Jika mendengar kata “Gereja”, yang terbayang dalam pikiran kita tentulah sebuah gedung atau kumpulan orang, yang secara spontan, Gereja dihubungkan dengan gedung tempat orang Kristiani beribadat, tempat untuk merayakan ekaristi dan melangsungkan doa-doa. Jika ditulis dengan huruf kecil “gereja’ berarti bangunan tempat beribadat, sedangkan jika ditulis dengan huruf besar, “Gereja”, dimaksudkan lebih kepada kumpulan orang. Namun demikian gambaran tersebut belum mengungkapkan hakikat Gereja yang sebenarnya.

Keluhuranku Sebagai Citra Allah


Pribadi kita sebagai manusia yang berharga, kita diciptakan Allah sebagai citra-Nya. Sepantasnyalah kita setiap manusia saling menghormati dan menghargai, walaupun ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Dalam perbedaan itu manusia diajak untuk menyadari bahwa setiap pribadi mempunyai keutuhan, tidak hanya secara fisik, tetapi juga rohani. Setiap manusia mempunyai pikiran, perasaan, kehendak, dan tindakan, segalanya tak hanya bersifat fisik dan mekanis, tetapi didasari olah jiwa yang membuat manusia berperasaan dan berkehendak, keluhuran martabat inilah yang seharusnya menyadarkan kita untuk selalu mengembangkan dan mempersembahkan segala yang telah dikaruniakan Allah kepada kita dengan sebaik mungkin.

A.           Semua Manusia Secitra

Pribadi manusia merupajan pribadi yang secitra dengan Allah. Allah menganugerahkan berkat pada setiap pribadi tanpa terkecuali, walaupun dengan keterbatasan masing-masing. Semua manusia adalah satu saudara dan luhur adanya.

Manusia Makhluk Pribadi


KAta manusia berasal dari kata manu (Sansekerta) atau mens (Latin) yang berarti berfikir, berakal budi, atau homo (Latin) yang berarti manusia. 
Secara jasmani, masa remaja adalah masa dimana tubuh berkembang sangat indah dan mengagumkan. Dalam badan yang indah itu terdapat kekayaan rohani yang sangat potensial seperti: kemampuan menari, bernyanyi, tertawa, berkspresi, cita-cita dan memiliki kehendak yang sangat bebas. manusia juga memiliki pengalaman-pengalaman baru yang sangat berharga baik pengalaman menyenangkan maupun yang menyedihkan dan menantang. Manusia adalah mahluk hidup yang sangat istimewa. Pada waktu menciptakan manusia, Tuhan merencanakan dan menciptakannya menurut gambar dan rupa Dia, menurut citraNya (kej 1:26), dan pada waktu menciptakan manusia Tuhan bekerja dengan istimewa, Tuhan membentuk debu dan tanah dan menghembuskan nafas kedalam hidungnya (kej 2:7)

A.           Aku Pribadi yang Unik.

Pada setiap pribadi  manusia, selalu ada kekuatan dan keterbatasan. Kedua hal itu sering dipengaruhi oleh sikap dan karakter pribadi yang tumbuh dan berkembang karena lingkungan dan pendidikan. Sementara itu, kita telah memiliki kodrat fisik seperti yang sekarang kita punyai. Begitu juga, kita telah dianugerahi kemampuan, bakat-bakat, sifat dan sebagainya. Segala kemampuan, bakat, dan sifat yang kita miliki tersebut masih dapat kita kembangkan menjadi lebih optimal.

Kamis, 21 Maret 2019

Tugas Agama


1.      Jelaskan makna dari firman Tuhan ke-5 jangan membunuh?
2.      Jelaskan kebenaran ajaran Yesus tentang menghargai hidup?
3.      Bagaimana usaha dan upaya dalam rangka menghargai hidupmu?
4.      Apakah tindakan bunuh diri selalu salah? Mengapa!
5.      Apakah Euthanasia aktif dapat dibenarkan? Mengapa?

Kamis, 20 September 2018

Sifat-sifat Gereja

SIFAT-SIFAT GEREJA

Ada ungkapan mengatakan, “tak kenal maka tak sayang”. Ternyata ungkapan ini juga berlaku untuk masalah pokok-pokok iman baik yang terdapat pada agamanya sendiri maupun yang terdapat di agama lain. Paparan berikut adalah sepotong kecil dari pokok iman yang dipegang oleh Gereja Katolik.
Syahadat iman Gereja Katolik dirumuskan dalam Kredo (credere = percaya). Ada dua rumusan kredo yaitu rumusan pendek dan rumusan panjang. Syahadat rumusan pendek disebut Syahadat Para Rasul karena menurut tradisi syahadat ini disusun oleh para rasul.Yang panjang disebut Syahadat Nikea yang disahkan dalam Konsili Nikea  (325) yang menekankan keilahian Yesus. Dikemudian hari lazim disebut sebagai Syadat Nikea-Konstantinopel karena berhubungan dengan Konsili Konstantinopel I (381). Pada Konsili ini ditekankan keilahian Roh Kudus yang harus disembah dan dimuliakan bersama Bapa dan Putera. Syahadat inilah yang lebih banyak digunakan dalam liturgi-liturgi Gereja Katolik. Di dalam rumusan syahadat panjang itu pada bagian akhir dinyatakan ke empat sifat atau ciri gereja katolik : satu, kudus, katolik dan apostolik.

Tugas-tugas Gereja


TUGAS-TUGAS GEREJA

I.       Gereja yang Menguduskan (liturgia)
Arti Kata :
Kata “liturgi” berasal dari bahasa Yunani leitourgia, terbentuk dari akar kata ergon yang berarti “karya, kerja atau bakti. Gereja Katolik lalu mengambil istilah liturgi untuk mengartikan kultus/ ibadat. Ibadat ini kemudian berpuncak pada EKARISTI, dimana gereja mengalami persatuan dengan Kristus.
Liturgi merupakan tugas gereja ketika menjalankan fungsi imamatnya. Imamat dalam gereja ada dua jenis, yakni imamat umum yang diterima oleh semua orang yang dibabtis, dan imamat khusus yang diterima oleh mereka yang ditahbiskan.
Ibadat atau liturgi disebut sebagai doa resmi gereja, karena di dalamnya ada kesatuan Gereja dengan Kristus. Liturgi adalah karya Kristus, Imam Agung serta Tubuh-nya, yaitu Gereja. Liturgi menjadi wahana utama untuk (1) mengantar umat Kristiani ke dalam persatuan pribadi dengan Kristus (Sacrosanctum Consilium, Art.7). Itu sebabnya maka liturgi sekaligus (2) menguduskan umat.

Senin, 03 September 2018

Tugas Agama


Lembar Kerja Siswa
Nama

Kelas/No

Tanda Tangan

Nilai


1.      Jelaskan makna sifat gereja yang satu, kudus, Katolik dan apostolik?
2.      Jelaskan ciri-ciri gereja yang dituntut pada zaman ini sebagai perwujudan sifat-sifat?
3.      Jelaskan usaha-usaha gereja dalam mewujudkan sifat-sifat gereja? Sebutkan bentuk kegiatannya!
4.      Sebutkan 5 bidang kehidupan menggereja yang perlu dikembangkan gereja zaman ini!
5.  Sebutkan contoh-contoh kegiatan bidang-bidang kehidupan menggereja di gereja paroki, wilayahmu masing-masing!

No
Jawaban














































GEREJA DAN DUNIA

  Konsili Vatikan II sungguh telah memperbaharui Gereja dan hubungannya dengan dunia. Hubungan yang menjadi baik ini disebabkan karena Gerej...