A. Gereja sebagai Umat Allah
Berdasarkan pengalaman dan pembicaraan sehari-hari kita
mendapati ada dua gambaran dan pemahaman mengenai Gereja, yaitu gereja sebagai
tempat untuk beribadah (berupa gedung/bangunan) dan Gereja sebagai suatu
persekutuan umat (kumpulan umat beriman). Hal tersebut tidak hanya dalam arti
fisik, melainkan dalam arti yang lebih rohani. Meskipun terdapat dua pengertian
mengenai Gereja, dalam banyak pembicaraan dan tulisan sebenarnya arti Gereja
yang kedualah yang lebih sering dimaksudkan. Mengapa demikian? Tentu ada alasannya
mengapa istilah Gereja lebih sering dimaksudkan sebagai persekutuan umat
daripada sebagai tempat. Untuk itu, kita akan diajak memahami apa arti dan
makna Gereja itu, asal usulnya, ciri dan dasarnya, serta berbagai konsekuensi
yang dikembangkan
1. Arti dan Makna Gereja
Sebagai Umat Allah.
Jika
mendengar kata “Gereja”, yang terbayang dalam pikiran kita tentulah sebuah
gedung atau kumpulan orang, yang secara spontan, Gereja dihubungkan dengan
gedung tempat orang Kristiani beribadat, tempat untuk merayakan ekaristi dan
melangsungkan doa-doa. Jika ditulis dengan huruf kecil “gereja’ berarti
bangunan tempat beribadat, sedangkan jika ditulis dengan huruf besar, “Gereja”,
dimaksudkan lebih kepada kumpulan orang. Namun demikian gambaran tersebut belum
mengungkapkan hakikat Gereja yang sebenarnya.