ARTI ALKITAB PERJANJIAN BARU
Kitab Perjanjian Baru (PB), adalah
bagian dari Alkitab Kristen yang ditulis setelah kelahiran Yesus
Kristus. Kata "Perjanjian Baru" merupakan terjemahan dari bahasa Latin,
Novum Testamentum, yang merupakan terjemahan Yunani: ΗΚαινη Διαθηκη, I
Keni Diathiki. Umat Kristen awal berpendapat bahwa kitab ini merupakan
penggenapan isi nubuat yang ada di Alkitab yang sudah ada dan kemudian
diberi nama Perjanjian Lama. Perjanjian Baru kadang-kadang disebut
sebagai Kitab Yunani Kristen karena ditulis dalam bahasa Yunani oleh
para pengikut Yesus yang belakangan dikenal sebagai Kristen.
1. Mengenal Kitab Perjanjian Baru
Perjanjian
Baru terdiri dari dua puluh tujuh kitab yang semuanya ditulis dalam
bahasa Yunani antara tahun 50 M hingga 140 M. Perjanjian Baru meliputi
Injil, Kisah Para Rasul, Epistula atau Surat-surat dan Kitab Wahyu. Tema
inti Perjanjian Baru adalah Yesus Kristus; pribadi-Nya, pesan-Nya,
sengsara-Nya, wafat serta kebangkitan-Nya, identitas-Nya sebagai Mesias
yang dijanjikan dan hubungan-Nya dengan kita sebagai Tuhan dan saudara.
Selasa, 23 Mei 2017
Kamis, 24 November 2016
Perkawinan Campur
9.1. Pengertian
Perkawinan
campur, yaitu perkawinan antara seorang baptis Katolik dan pasangan yang bukan
Katolik (bisa baptis dalam gereja lain, maupun tidak dibaptis). Gereja memberi
kemungkinan untuk perkawinan campur karena membela dua hak asasi, yaitu hak
untuk menikah dan hak untuk memilih pegangan hidup (agama) sesuai dengan hati
nuraninya.
Keyakinan
Gereja tentang perkawinan sebagai sakramen dan dimungkinkannya perkawinan
campur tidak boleh diartikan bahwa Gereja membedakan dua perkawinan, seakan-akan
ada perkawinan kelas 1 dan kelas 2. Perkawinan yang sudah diteguhkan secar sah
dan dimohonkan berkat dari Tuhan apapun jenisnya, semuanya berkenan di hadapan
Tuhan. Semuanya dipanggil untuk memberi kesaksian akan
kasih Kristus kepada manusia.
Senin, 26 September 2016
Berdialog dengan Umat Kristen Protestan
Hanya ada satu Gereja Kristus, akan tetapi Gereja Kristus yang satu itu
tampak di berbagai Gereja, antara lain gereja Katolik, Gereja ortodok, Gereja
Protestan dsb. Kenyataan adanya berbagai macam Gereja ini tidak lepas dari
perjalanan sejarahnya. Memang Gereja didirikan oleh Kristus, tetapi Gereja ini
memiliki kelemahan karena didalamnya memiliki unsur manusiawi.
Keadaan Gereja pada Abad XVI mengalami jaman yang sangat suram. Gereja terjebak dalam
banyak urusan duniawi Paus dan rohaniwan lainnya mengalami kemerosotan moral,
hal itulah yang menjadi salah satu pendoronng Martin Luther mengadakan
reformasi dalam Gereja sehingga pada akhir reformasi menimbulkan banyak
kelompok antara lain : Katolik, Lutheran, Kalvinis, Anglikan, Ortodoks dsb.
Memperjuangkan Kebenaran dan Kejujuran
Memperjuangkan Kebenaran
Memang ada kesan
bahwa kebohongan mendatangkan kenikmatan dan keuntungan tertentu,
sekurang-kurangnya untuk jangka waktu yang lama. Tetapi lambat laun kebohingan
akan membawa bencan tertentu, minimal akan kehilangan kepercayaan. ironisnya,
pada zaman ini kebohongan tumbuh subur, seiring dengan kenyataan dan fakta yang
semakin pudar.
Bentuk-bentuk kebohongan:
1. Dusta dan saksi
dusta. berdusta berarti mengatakan yang tidak benar untuk menyesatkan. Berdusta
berarti berbuat atau berbicara untuk menyesatkan seseorang yang mempunyai hak
untuk mengetahui kebenaran.
2. Rekayasa atau
manipulasi. Berarti menyiasati atau mengarahkan orang lain ke suatu tujuan lain
yang menguntungkan dirinya sendiri, meskipun orang lain merugi.
3. Asal Bapak
Senang (ABS), adalah kata-kata dan sikap manis yang dilakukan hanya untuk
menyenangkan atasan, meskipun terkadang jauh dari kebenaran.
4. Fitnah dan umpatan,
ini sangat jahat, sebab yang difitnah tidak hadir dan tidak mengetahui sehingga
tidak mampu membela diri.
Memperjuangkan Keadilan
Adil berarti tidak
berat sebelah, berpihak kepada yang benar atau berpegang pada pola hidup
kebenaran. Keadilan berarti memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi
haknya, baik itu hak asasi ataupun hak sipil.
Kasus-kasus ketidakadilan
Sejak zaman
feodal, ketidakadilan sudah ada, bahkan pada zaman ini pun ketidak adilan
tampak nyata dalam bentuk-bentuk lain; perampasan dan pnggusuran milik orang
lain, perampokan, pencurian, dan korupsi; pemerasan, KKN dan rekayasa; keengganan
membayar utang, yang merugikan rakyat kecil, dsb. semua tindakan itu
menunjukkan bahwa masyarakat kita sering tidak menghormati hak orang lain,
terlebih hak milik masyarakat atau Negara.
Semua
ketidakadilan menyengsarakan dan memiskinkan rakyat kecil itu disebabkan karena
struktur system social, politik, dan budaya yang diciptakan oleh penguasa.
orang-orang kecil tetap saja menjadi orang yang tersisih dan menderita.
Selasa, 01 Maret 2016
Hak Asasi Manusia
1.
Pengertian Hak
Asasi Manusia (HAM)
Hak asasi manusia adalah hak-hak yang
melekat dalam diri manusia, yang dimiliki manusia bukan karena diberikan
kepadanya oleh masyarakat atau negara. Melainkan berdasarkan martabatnya
sebagai manusia. Hak-hak itu dimiliki manusia karena ia adalah manusia. Sejak
manusia berada dalam rahim ibunya, ia telah memiliki hak-hak itu. Sejarah perjuangan
dan kerjasama menegakkan hak asasi manusia :Perjuangan PBB, Pada tanggal 10
Desember 1948, PBB mengumumkan Universal
Delaration of Human Right. Pada umumnya Deklarasi ini dilihat sebagai titik
tolak untuk semua pemikiran dan rumusan lebih lanjut yang berhubungan dengan
hak asasi manusia.
Selasa, 16 September 2014
Suara Hati
Arti dan makna Hati nurani
Etimologi Hati nurani berasal dari kata Yunani
suneidêsis padanan katanya dalam bahasa Latin conscientia memberi kesan bahwa
artinya yang biasa ialah pengetahuan pendamping, atau kecakapan untuk
pengetahuan bersama dengan dirinya sendiri. Dengan kata lain, hati nurani mengandung
dalamnya lebih daripada hanya kesadaran atau penginderaan, karena kata ini
mencakup juga penghakiman dalam Alkitab memang penghakiman moral atas suatu
perbuatan yang dilakukan dengan sadar.
Dalam arti luas: Hati nurani berarti kesadaran moral
yang tumbuh dan berkembang dalam hati manusia. Keinsafan akan adanya kewajiban.
Dalam arti sempit: Hati nurani merupakan penerapan
kesadaran moral di atas dalam situasi konkret. suara hati menilai suatu
tindakan manusia benar atau salah, baik atau buruk. Hati nurani tampil sebagai
hakim yang baik dan jujur, walaupun dapat keliru.
Segi-segi hati nurani
segi waktu: Hati nurani dapat berperan sebelum
tindakan dibuat. Biasanya hati nurani akan menyuruh bila itu perbuatan baik dan
akan melarang jika perbuatan buruk. Hati nurani dapat berperan pada saat
tindakan dilakukan. Ia akan terus menyuruh jika perbuatan itu baik dan melarang
jika perbuatan itu buruk atau jahat. Hati nurani dapat berperan sesudah
tindakan dibuat. Hati nurani akan memuji jika perbuatan kita baik dan hati
nurani akan membuat kita gelisah dan menyesal jika perbuatan itu buruk atau
jahat.
Segi benar tidaknya: Hati nurani benar, jika hati kita
cocok dengan norma objektif. Hati nurani keliru jika kata hati kita tidak cocok
dengan norma objektif.
Langganan:
Postingan (Atom)
GEREJA DAN DUNIA
Konsili Vatikan II sungguh telah memperbaharui Gereja dan hubungannya dengan dunia. Hubungan yang menjadi baik ini disebabkan karena Gerej...
-
Konsili Vatikan II sungguh telah memperbaharui Gereja dan hubungannya dengan dunia. Hubungan yang menjadi baik ini disebabkan karena Ger...
-
Tugas Gereja Menjadi Saksi (Martyria) Kata saksi sering diartikan sebagai orang yang melihat atau mengetahui sendiri suatu peristiwa (ke...
-
A. Makna Hidup Manusia Manusia pada hakikatnya diciptakan oleh Allah yang Maha Kuasa dengan segala rencana-Nya, yakni...